Selasa, 26 April 2016

Siapa Timur?



SIAPAKAH NEGARA TIMUR ?

Siapakah Negara timur? Negara timur adalah Negara yang kaya dan kuat. Negara yang mempunyai kekayaan Sumber Daya Alam yang melimpah, Negara yang mempunyai banyak bahasa, budaya dan agama yang beragam. Negara yang kental terhadap agama, Gaya hidup yang lebih sopan, solidaritas antar individu sangat kuat. Negara yang sangat melindungi Hak Asasi Manusia, mementingkan kerohanian, pemikiran prelogis, keramah tamahan dan gotong royong. Tetapi dengan adanya sebuah perbedaan yang sangat beragam membuat antar Negara tidak bisa bersatu. Misalkan Jika Negara islam bersatu pasti Negara timur akan maju, antar Negara adanya kerja sama yang sangat erat untuk saling membantu. Untuk kemajuan dari sektor pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, ekonomi, politik dan sebagainya. Meski proses tersebut lama untuk maju dan lama untuk di kenal dengan siapakah Negara timur itu, setidaknya Negara timur ingin berubah lebih maju agar tidak tertidas dan tidak di atur oleh Negara barat. Agar Negara timur bisa mandiri, Negara timur diatur oleh Negara barat sehingga Negara timur sulit untuk berkembang dari segi ilmu pengetahuan, teknologi maupun ekonomi.
OLEH : Muhammad Handy Dwi wijaya

SIAPAKAH TIMUR?
            Membicarakan dikotomi Barat  dan Timur maka tidak akan lepas dari pemikiran beberapa tokoh orientalis, salah satunya adalah Edward Said. Edward lahir dari merupakan kelahiranya rus salam palestina. Orientalisme sendiri bila dipahami secara etimologi adalah berarti “matahari terbit”, kemudian menjadi ideologi yang menjadikan Barat sebagai pusat dalam relasinya dengan Timur. Hal ini dilakukan untuk menciptakan mitosnya sendiri guna mengesahkan pendudukan negara-negara yang disebut ‘orientalilme’ Menurut Edward Said, sejak zaman klasik, dunia Timur memang sudah menjadi tempat yang penuh romansa, pemandangan yang eksotik, kekayaan alam yang subur, dan tradisi yang mistik. Hal inilah yang kemudian mengundang hasrat orang-orang Barat untuk mempelajari dunia Timur. Dalam perkembangannya,   kajian tentang ketimuran lalu berubah menjadi kolonialisasi dan hegemonisasi. Menurut Antonio Gramsci, hegemoni beroperasi pada tataran kesadaran dan representasi. Dalam pandangan Said, seperti yang dikutip Mulyadi J. Amalik (2001), Timur bukanlah kenyataan alam yang asli. Seperti (istilah) Barat, Timur tidak ada dan tidak hadir begitu saja. Dari observasinya, ia mengatakan bahwa sejarah dikonstruksi oleh tangan manusia berdasarkan hal-hal yang telah diperbuatnya. Jika asumsi ini diterapkan dalam geografi, kita bisa mengatakan bahwa Barat-Timur tersebut sengaja diciptakan manusia.
            Gagasan mengenai betapa lemahnya Timur dan dominanya Barat. Timur direpresentasikan dalam sifat-sifatnya yang bodoh, despotik, statis, terbelakang, dan seterusnya. Pandangan semacam ini sudah tertanam sejak lama yaitu dimasa penjajahan dulu. Pandangan ini sengaja dibuat demikian sebagai alasan moral Barat menjajah Timur. Pengetahuan ini dianggap sebagai suatu kebenaran. Konsekuensinya adalah ilmuwan dan rakyat Barat cenderung rasis, imperialis dan juga etnosentrik. Mereka meninggikan etnis sendiri dan merendahkan etnis lain (Timur). Pemikiran seperti ini memang sengaja dibentuk oleh mereka yang mempunyai kekuatan (power) dalam ilmu pengetahuan untuk menegendalikan. Mengutip Foucault dalam hal power dan bagaimana cara kerjanya. Instrumen kunci dari power menurut Foucault adalah ”pengetahuan”.
Apa yang disebut ”Timur” sesunggunya hanya rekan Barat. Dengan menggambarkan Timur sebagai bagian dunia yang lebih rendah, terbelakang, dani rasionalitas; Barat mendapat ”landasan moral” untuk menentukan nasib Timur. Padahal sesungguhnya timur pernah maju dan tidak buruk seperti yang disangkakan barat sekarang, timur pernah menjadi pusat kajian dari ilmu pengetahuan ketika masa kekhalifahan, orang-orang barat datang untuk mempelajari ilmu pengetahuan.
OLEH : Rifqi Karim





SIAPAKAH TIMUR
Mengenai tugas siapa timur ini saya memandang dalam hal ini timur yang dimaksut adalah negara-neraga yang berada pada wilayah timur. Yang lebih menonjol pada negara-negara asia timur, seperti Arab Saudi, Irak, Iran dan lain-lainnya. Sering kali timur di pandang sebagai negara-negara Islam dan sebagai musuh dari negara-negara barat, seperti negara Amerika atau negara adidaya, negara-negara eropa seperti negara Inggris. Kenapa negara barat memandang negara timur sebagai musuh, karena negara-negara barat ini mayoritas adalah negara dengan basis orang non muslim.
Sebenarnya timur juga di isi oleh negara-negara asia lain seperti, India, Cina, Korea, Japan, Indonesia, Malasyia, Thailand dan lain-lain. Jadi sebetulnya musuh negara barat bukanlah negara-negara islam yang ada di timur tengah namun juga negara-negara yang ada dikawasan asia-asia. Kita bisa lihat negara Iran sebagai negara yang berada di daerah timur tengah yang dulu di pandang sebagai negara yang biasa kni menjelma sebagai salah satu yang ditakuti oleh negara barat yaitu neraga Adidaya Amerika Serikat, negara Iran ini mempunyai persenjataan bom nuklir yang siap diluncurkan ke Amerika. Kemudian Cina dan Korea selatan, Japan  yang sekarang menjadi negara berbasis sebagai negara ekonomi yang mempunyai daya saing dengan negara-negara barat.
Arab Saudi sebagai negara timur tengah yang dulunya tidak di perhitungkan oleh negara-negara barat kini sangat disegani, hal ini sebabkan oleh negara Arab ini adalah penyuplai minyak-minyak bumi oleh negara barat atau negara Amerika. Jadi Amerika ini sangat tergantung pada negara Arab Saudi ini ketika Amerika sedang bermasalah pada negara Arab maka akan diperhentikan penyuplaian minyak bumi ke negara Amerika.
Dengan seiring berkembangnya negara-negara timur maka infrastruktur negara timur juga mengalami pembangunan besar-besaran. Negara timur seperti Arab Saudi, Iran, Korea, Cina sudah mulai menancapkan cakar-cakar kuasanya sebaga negara yang tidak bisah dipandang remeh oleh negara barat. Salah satu kenapa negara timur tengah dan juga asia yang terutama pada negara Cina, Korea, Japan. Ini dikarenakan negara-negara ini meperkembangkan sumber daya manusia dan juga teknologi yang maju, namun negara ini juga sangat memegang budaya lokal yang kuat atau mengakar pada tiap individu-individu. Jadi ketika negara barat melakukan pengaruh budayanya terhadap negara mereka mereka lebih memilah dan memilih budaya yang cocok dengan karakter budaya mereka. Inilah yang menjadikan negara-negara timur menjadi sebagai negara yang mempunyai pengaruh oleh dunia.
Menurut saya inilah yang tidak dimiliki oleh negara tercinta Indonesia, indonesia yang dulunya sebagai negara macan asia waktu pemerintahan presiden Soeharto, kini menjadi negara yang memprihatinkan dimana nilai-nilai dan budaya lokal mulai lintur oleh budaya-budaya barat yang mulai mendominasi kalangan mudah, lunturnya ideologi pancasila sebagai ideologi tertinggi negara yang berbasis negara kepuloan. Ini bisa kita lihat dalam realita sekarang, dulunya bergotong royong sekarang menjadi individualisme, dulunya mau akan aurat yang tampak sekarang melakukan seks bebas secara wajar. Inilah yang hars dirubah oleh bangsa yang tercinta untuk menjadi negara yang diperhitungkan oleh dunia, kita harus bisa meniru negara-negara Arab, Iran, Korea, Japan, Cina yang melakukan perbaikan dalam segi sumber daya manusianya dan teknologi namun juga tetap memegang ideologi bangsa dan budaya yang kuat. Jadi PR kedepan negara Indonesia adalah bisa memilah dan memilih suatu budaya yang cocok dengan karakter ideologi bangsa ini dan tidak berbudaya kebarat-baratan namun mempunyai kualitas individu yang sebanding dengan negara-negara maju.
OLEH : Nuril Fahmi








SIAPAKAH TIMUR?
Kalau saya lebih melihatnya orientalism Barat kepada Indonesia. Indonesia juga masuk dalam Timur, jadi saya akan lebih membahasnya daripada secara menyeluruh mengenai pandangan orientalism Barat terhadap Timur. Cukup mewakilkan Indonesia karena akan lebih tau karena sebagai warga negara Indonesia, ditambah lagi Indonesia merupakan negara dengan jumlah umat Islam terbesar di Dunia. Saya melihat orientalism Barat terhadap Indonesia sebagai bentuk neokolonialisme pada era modern atau globalisasi. Neokolonialisme itu merupakan bentuk  penjajahan baru yang dapat berbentuk cara atau stategi untuk mendominasi negara satu atas negara lainnya, cara tersebut dapat berupa bantuan ekonomi agar membuat negara mengalami ketergantungan dengan negara lain atau pun dapat berupa penyebaran pemahaman baru. Kembali pada diri sendiri sebagai orang timur, sebenarnya memang kurang setuju apabila barat lebih mengklaim dirinya sebagai penguasa yang memiliki keunggulan dalam berbagai bidang, namun kita tidak dapat memungkiri hal itu karena kemajuan teknologi yang lebih pesat terjadi pada dunia barat. Di sisi timurnya atau Indonesia, kita tau bahwa Indonesia negara besar yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Indonesia mayoritas Islam sebagai kekuatan ditambah dengan agama lain yang menyertainya. Dunia bahkan sudah mengetahui Indonesia adalah negara yang sangat menjunjung nasionalisme yang sangat tinggi, maka dari itu mereka tidak melakukan penjajahan layaknya Belanda dan Jepang karena mereka melihat kegagalan dua negara ini dalam mengkolonialisasi sebuah negara. Cara baru penjajahan telah didapat oleh negara barat yakni melalui modernisasi dalam globalisasi. Saya rasa melalui perubahan, modernisasi di era globalisasi ini barat sukses menjalankan misinya memporak-porandakan pemahaman orientalism melalui istilah neokolonialisme. Era sekarang kita tidak dapat emungkiri ketergantungan kita terhadap barat, bisa dalam teknologi, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya. Model penjajahan inilah yang akan membalikkan kondisi nasionalisme Indonesia melalui tingkat ketergantungan.
Cara pandang orientalism barat terhadap Indonesia terlihat sebagai cara pandang pemisahan dunia barat yang malu serta Indonesia yang lebih tradisonal dengan indikator dunia ketiga yang masih membutuhkan barat dalam proses memajukannya. Kemudian dari pemisahan tersebut terlihat bahwa ada penekanan unsur hirarkis yang menegaskan derajat barat yang lebih tinggi ketimbang Indonesia. Cara era globalisasi saat ini Indonesia dari kaca mata orientalism dapat dipahami sebagai penyebaran pemahaman budaya secara global yang dimanaa penyebaran pemahaman secara global tersebut bisa diartikan sebagai stretegi barat dalam berurusan dengan Indonesia yang pada akhirnya strategi tersebut tidak lebih sebagai proyek dominasi dalam bentuk neokolonialisme. Pemahaman tersebut dimasukkan melalui teks-teks kajian akademis guna menegaskan dan menunjang proyek neokolonialisme untuk mendominasi negara satu atas negara lainnya khususnya Indonesia. Melalui analisis orientalsm mengenai peristiwa yang terjadi pada Mesir dan Indonesia di era globalisasi sebenarnya terlihat sebagai proyek-proyek khusus yang dapat membentuk pandangan dunia global yang meliputi penyebaran pemahaman global sebagai proyek penaklukan dan dominasi serta menbentuk kekuatan  (hegemoni) yang dapat diterima akal sehat oleh semua orang dan negara secara umum. Dari penjabaran sebelumnya dapat ditarik dua poin penting yaitu pertama penyebaran paham kebebasan pada era globalisasi di Indonesia oleh barat melalui tulisan akademisi dan kajian terhadap Indonesia, jika dilihat dari kacamata orientalism telihat sebagai proyek neokolonialism untuk membenarkan dan menegaskan bahwa gagasan barat sebagai gagasan kolektif dan superioritas. Kedua proyek penyebaran pemahaman melalui teks-teks akademisi dan media informasi seperti yang penulis jabarkan sebelumnya terlihat sebgai strategi barat dalam berurusan dengan Indonesia yang pada akhirnya strategi tersebut tidak lebih sebagai proyek dominasi dalam bentuk neokolonialisme.
Barat sebenarnya ketakutan akan kekuatan Islam, maka dari itu mereka melakukan berbagai cara untuk memecah Islam dan membalikkan paradigma itu. Mereka berusaha merusak citra pandangan islam terhadap dunia, bahwa islam itu teroris , brutal dan sebagainya. Kembali lagi terhadap pandangan orientalism barat terhadap timur khususnya Indonesia. Indonesia mengakui superioritas barat sebagai kiblat modernitas dalam globalisasi. Tapi seiring perubahan yang telah terjadi barat tidak mau mengakui bahwa timur sekarang telah bisa menyandingkan kelasnya dengan barat bahkan lebih kuat dari barat. Barat hanya melihat kondisi negara-negara timur saja yang mayoritas masuk dalam dunia tiga atau bisa disebut dunia yang masih tertinggal kemajuannya dan mereka merasa timur butuh campur tangan barat untuk memajukan masing-masing negara timur yang bergantung pada negara barat.
OLEH : Hangga Bayu Santoso

SIAPAKAH TIMUR?
Evaluasi diri tentang bagaimana pandangan kita tehadap orang orientalis
            Menurut saya pandangan bangsa orientalis yang berpandangan bahwa islam merupakan agama yang rendah, merupakan pandangan yang salah. Tetapi pendapat tersebut tidak dapat disalahkan sepenuhnya karena setiap invidu atau bangsa tersebut bebas berpendapat dan berargumen, secara keseluruhan bangsa orientalis berpendapat bahwa islam itu agama yang rendah kareng bangsa orientalis mempelajari tentang islam dan memiliki kesimpulan tersendiri tentang agama islam. Menurut saya pendapat orang orientalis tersebut salah karena untuk dapat memahami Islam seseorang harus menjadi Muslim dahulu, karena Islam sebagai agama juga terekspresi dalam bentuk budaya dan bahasa.
Saat islam berjaya pada abad ke-7 sampai saat ini, islam banyak melahirkan tokoh-tokoh hebat yang yang tidak bisa diremehkan oleh kepercayaan lain, contohnya saya tokoh sosiologi yang beragama islam ialah Al Farabi dan Ibnu Khaldun. Mereka merupakan dua tokoh islam yang menyumbangkan pemikiran-pemikiran dan berbagai teori disegala bidang ilmu yang masih akan digunakan hingga kapanpun.
Pada masa modernisasi saat ini, peradaban muslim juga semakin terlihat kepermukaan. Umat muslim banyak yang telah menjadi tokoh hebat dunia dan ikut andil dalam perkembangan modernisasi dunia.  Melalui upaya yang melelahkan, banyak dari mereka telah memberi kontribusi bermanfaat bagi pengetahuan kita tanpa menyalahi subtansi keilmuan Muslim, Nabi, atau makna al-Qur’an. Orang-orang semacam itu memandang Muslim sebagai masyarakat yang mempunyai kebenaran tersendiri, tidak sebagai subyek tendensi pribadi dan kelompok atau hanya sebagai obyek rasa ingin tahu. Akan tetapi, tidak menafikan juga adanya banyak sarjana Barat non-Muslim yang memang dengan sengaja mendiskreditkan umat Islam dikarenakan tendensi pribadi atau kelompoknya, yang tidak bisa dilepaskan dari latar belakang ekonomis, politis, maupun kultural. Fenomena ini memberi alasan kita untuk selalu bersikap kritis kepada kaum orientalis dan karya-karyanya, yang secara tidak langsung kita masih dapat menfaatkannya untuk dikaji lebih mendalam, salah satunya ialah pendekatan historis mereka kepada masalah-masalah Islam. Dan yang lebih penting lagi ialah kesadaran mereka tentang perlunya  suatu ide atau doktrin. Kesemuanya itu secara keseluruhan mungkin untuk membantah pendapat kaum orientalis itu, tetapi secara lebih sejati mungkin justru akan menemukan informasi-informasi yang memang kita perlukan dalam rangka memahami agama dan budaya kita sendiri.
OLEH : Fatma Hamdan Sari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar